Visi dan Misi

PONDOK PESANTREN AL-BURUJ

A. PENDAHULUAN:

Sebagai sebuah lembaga pendidikan lapisan bawah, Pondok Pesantren telah memberi sumbangan yang sangat besar terhadap pengembangan masyarakat, baik masyarakat di sekitar pondok maupun masyarakat luas, karena output dari alumni pondok pesantren menyebar diseluruh lapisan masyarakat, dan kiprah mereka di tengah masyarakat dalam menunjang program-program pemerintah dan pembangunan tidak diragukan lagi.

Tujuan utama dibentuknya Pondok Pesantren Al-Buruj ini adalah mencetak generasi muslim intelektual, berprestasi, mempunyai daya saing dalam dunia global, berakhlakul karimah dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam, serta dapat meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Dengan mengharap rahmat serta ridha Allah Ta’ala, maka berikut ini adalah program kerja kami ke depan, dengan harapan semoga kami mendapatkan kemudahan untuk merealisasikan visi misi kami ini, karena fasilitas yang kami miliki saat ini masih sangat terbatas.

B. GAYA HIDUP SANTRI PESANTREN AL-BURUJ:

I. Prinsip Amanat Hidup Santri:

Antara berakhlak dan beriman

Antara olah fikir dan olah dzikir

Antara olah rasa dan olah jiwa

Antara bersyukur dan bekerja

Antara mencari ilmu dan mengamalkan pemahaman

Antara mengelola sistem dan tawakkal

Antara belajar dan mengajar

Antara berimajinasi dan bertadabbur

Antara memiliki dan memanfaatkan

Antara memberi dan mencari

Antara teratur dan rapi

Antara sehat dan kuat

II. Prinsip Profesionalisme Santri:

Prinsip ini harus adanya keseimbangan:

seimbang antara sarana & tujuan atau visi misi

seimbang antara jumlah santri & jumlah guru atau pembimbing

seimbang antara amanat & professional

seimbang antara cita-cita & karya

seimbang antara kerja & hasil

seimbang antara pemberian & pelayanan

Seimbang antara hak & kewajiban.

III. Prinsip Mengelola Kesadaran:

Kesadaran santri atas tugas-tugasnya sebagai seorang kholifah Allah di muka bumi harus lebih dikedepankan dari pada menekan santri dengan peraturan dan undang-undang, sehingga santri akan mudah menjalankan tugas dan kewajibannya tanpa ada penekanan dari pihak lain, karena didorong oleh kesadarannya sendiri sebagai seorang muslim yang baik dan selalu merasa diawasi oleh Allah. Oleh karena itu, kesadaran santri ditanamkan agar:

- Ta’at terhadap perintah-perintah-Nya dengan banyak menuntut ilmu

- Mensyukuri terhadap nikmat-nikmat-Nya dengan banyak memanfaatkan waktu.

- Memakmurkan bumi ciptaan-Nya dengan bekerja keras.

- Berbuat untuk orang lain dengan menciptakan karya dan inovasi baru

- Tidak membebani orang lain dengan bekerja mandiri.

Contoh-Contoh Aplikasi Membangun Kesadaran Santri:

1. Bangun & Tidur : santri diharapkan mengatur waktu tidurnya sendiri, dan tidak ada orang yang membangunkan tidurnya kecuali dirinya, agar terbiasa tepat waktu serta tidak mengandalkan orang lain.

2. Kebersihan & Kerapian : santri diharapkan sadar dan peduli terhadap kebersihan, kerapian dan keindahan. Dengan demikian, mereka akan merasa salah, ketika penampilan dirinya tidak rapi dan kumel, serta merasa berdosa apabila melihat lingkungan yang ada di sekitarnya tidak bersih dan kotor.

3. Kepribadian & Kejiwaan : melatih santri agar merasa dirinya serta gerak-geriknya selalu diawasi atau dilihat oleh Allah, sehingga sikap baiknya tidak hanya ditampilkan dihadapan orang yang dihormati saja, terutama di saat tidak ada seorangpun yang melihatnya. Tidak takut karena peraturan pondok, menjalankan tugas atau kewajiban bukan karena malu kepada ustadz, guru atau kyainya.

4. Adat & budaya : santri diharapkan merasa malu, aib dan tabu dalam melakukan prilaku, akhlak atau sikap yang tidak baik, malas, menyakiti orang lain.

5. Menghargai & Menyayangi : menanamkan kesadaran pada santri agar yang senior tidak merasa lebih tinggi, dan yang yunior tidak merasa lebih minder. Dan juga, para ustadz atau guru tidak selalu menggurui, dan santri tidak harus menjadi pendengar. Dengan demikian, semua orang yang ada dilingkungan pondok akan tercermin sikap kasih sayang dan menghargai, serta saling menasehati.

6. Ibadah & Usaha : santri harus sadar bahwa ibadah adalah urusan dia kepada Rabbnya. Oleh karena itu, dalam menuntut ilmu, menjalankan sholat berjamaah, ibadah sunah, apalagi yang wajib, tidak perlu dipaksa dengan aturan. Demikian juga bahwa usaha dalam bentuk apapun harus tumbuh dari kesadaran santri sendiri, karena manfaatnya untuk masa depan santri itu sendiri.

 

C. KARAKTERISTIK ATAU CIRI KHAS PONDOK:

1. Lingkungan Pondok:

Lokasi Pondok, bangunan gedung, cat atau warna bangunan, situasi dan lingkungan.

Target & Sasaran : Lingkungan dan Bangunan Pondok dapat menarik simpati orang, menyenangkan, bersih, ramah dan berwibawa.

2. Kurikulum Pondok:

Ciri kurikulum Pondok terfokus kepada teknologi Islam, usaha agribisnis, penguasaan bahasa Arab & Inggris, hafalan hadits pilihan, hafalan surat-surat pilihan dalam Al-Qur’an, lancar mentafsirkan Juz Amma dan surat al-Baqarah, dan materi pelajaran yang menjadi Ujian Nasional (UN).

Target & Sasaran: Santri setelah tamat belajar minimal dapat pembekalan teknologi terutama yang berbasis program ke-Islaman, seperti: ilmu komputer program Arabic, sofware Arab, website dan desain, terutama yang berkaitan Al-Qur’an serta ilmu ke-Islaman. Santri dapat pembekalan dakwah, seperti hafal minimal 3 juz Al-Qur’an, hafal minimal 300 hadits pilihan, bisa mentafsirkan di luar kepala minimal Juz Amma, paham minimal 1 juz surat Al-Baqarah. Santri dapat ilmu usaha, seperti: membuat kecap, saos, tempe, tahu, sabun cuci, minunam segar, minyak goreng, tataboga, menjahit, bengkel, serta pembekalan teknik agribisnis, seperti perikanan, peternakan, pertanian.

3. Pakaian Satri:

Pakaian merupakan lambang kebesaran seseorang yang menjadikan wibawa dan punya haibah. Dengan demikian, santri harus dilatih memakai pakaian yang memperlihatkan sosok yang Islami, bersih, rapi, sopan, anggun, kharismatik dan wibawa: Maka Gamis atau Jubah serta sarung dan Baju koko dipadu dengan jas hitam akan menjadi seragam utama di Alburuj.

Target & Harapan: santri ketika selesai dari bejalar, dapat memposisisikan dirinya dengan komunitas masyarakat yang dihadapinya, dan terbiasa memakai pakaian yang rapi, bersih, sopan, anggun dan berwibawa.

4. Makanan Santri:

Makanan yang dikonsumsi oleh santri diusahakan dari hasil dari produksi santri tersendiri. Jika tidak tidak bisa memproduksi secara langsung, minimal memproduksi bahan dasarnya:

Beras : Jika belum bisa menanam padi, minimal beli gabah diselep sendiri.

Sayur : Menanam sayur-sayuran sendiri, seperti bayem, kangkung, tomat, terong, dll.

Bumbu : Menanam rempah-rempah sendiri, mengolah bahan pendukung bumbu lewat ketrampilan santri, seperti: kecap, minyak goreng, saos.

Minuman : Air minum santri harus diolah oleh santri sendiri, baik itu air mineral, ataupun minuman penyegar lainnya, seperti: teh botol, isotonik, dan minuman rasa buah-buahan lainnya.

Lauk Pauk : Daging seminggu sekali dari hasil peternakan, disembelih sendiri dan diolah sendiri. Ayam seminggu dua kali dari hasil peternakan, tahu & tempe dari hasil produksi santri, ikan dari perikanan sendiri, kecuali ikan laut. Dan ikan asin-pun harus dibuat sendiri.

Bumbu : Cabe, bawang, serai, lengkuas, jahe dll merupakan hasil dari tanaman sendiri

Makanan ringan : seperti singkong, ketela,

Buah-buahan : jika tidak bisa mengakomodir semua jenis buah, minimal menanam buah yang mudah dikembangkan, seperti pepaya, mangga, jambu.

Taget & Harapan: membantu pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat melalui pengembangan swasembada pangan. Santri dilatih untuk berswasembada pangan, bisa menjamin makanan halal dan sehat, serta memberi pendidikan ketrampilan yang disenangi, bisa dijual kepada masyarakat di sekitar / umum bahkan jika memungkinkan untuk dieksport. Dan ketika santri lulus dari pondok, mereka bisa menekuni salah satu dari kebiasaan yang pernah diproduksi dan dipelajari saat di Pondok. Dan santri nantinya bukan mencari kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja. Industri pembibitan, usaha budidaya, penanaman & produksi, serta pemasaran dan eksport.

5. Bidang Usaha Santri:

Target minimal bidang usaha santri ini adalah:

a. minimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga pondok, yaitu para santri, guru & orang di sekitar pondok.

b. media pendidikan untuk para santri dan menyediakan kesempatan kerja

c. meningkatkan pendapatan para keluarga pondok dan menghemat biaya pengeluaran.

d. mengembang­kan cita cita para santri dan menyiapkan pembekalan di saat mereka selesai sekolah.

e. dapat menyebar luaskan hasil hasil pembangunan dan dapat meningkatkan parti­sipasi masyarakat dalam pembangunan.

f. memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya, dan dapat mengangkat tingkat perekonomian masyarakat kecil menja­di tingkat perekonomian lebih atas.

Di antara bidang usaha yang akan dikembangkan adalah:

Bidang Pertanian : bisa memenuhi kebutuhan pangan santri dan masyarakat di sekitar, kemudian memperbaiki pengelolahan tingkat lanjut hingga laku di pasaran yang lebih luas. Santri dilatih mempelajari ilmu tentang teknologi agribsinis percontohan, yaitu teknik-teknik bercocok tanam yang berkwalitas, penggunaan bibit baru yang lebih baik, serta penggunaan pupuk yang sehingga mencapai tingkat produksi yang optimal.

Bidang Perikanan : Membekali santri dengan materi kecakapan hidup yang berkaitan dengan kegiatan perikanan, yaitu: usaha ketrampilan budidaya perikanan, usaha /ketrampilan pengolahan hasil perikanan, usaha ketrampilan pembenihan, serta ketrampilan pemasaran hasil perikanan.

Bidang Marketing : santri dilatih untuk memasarkan produknya sendiri, dengan berlomba mencari pasar, mulai dari pemasaran tradisional lokal, diperluas sampai ke region­al dan ekspor. Untuk maksud tersebut diperlukan ketrampilan manajemen pemasaran, informasi pasar dan promosi. Dalam bekal ilmu ini, santri setiap minggu sekali, dilepas keluar untuk mencetuskan ide-ide kreatif, enovatif dan efektif. Yaitu menarik dan meyakinkan konsumen serta mendapatkan keuntungan dengan memperhatikan nilai-nilai dan jual beli secara Islami.

Bidang Peternakan : peternakan sapi, kambing, dan ayam

Bidang Kerajinan / Ketrampilan: Khusus untuk santri putri seperti menjahit, menganyam, bordil dll. Targetnya adalah semua pakaian atau semua seragam santri, seperti jas almamater, gamis, baju, kopyah, kerudung, mukena, dijahit oleh santri sendiri.

Penerbitan dan Percetakan : mencetak buku-buku dari karya guru, santri serta tokoh lain, tentang penelitian, kesuksesan ekperimen, serta novel-novel islam, dan juga buletin, brosur dll.

Usaha Tambahan:

§ Mini Market

§ Book Shop

§ Kantin

§ Katering

§ § § Warpos

§ BMT/USP/Koperasi

Kerjasama & Jaringan Usaha:

- Bekerjasama dengan Instansi Pemerintah, Swasta & Perguruan Tinggi: hal ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan pembinaan berupa pen­didikan, pelatihan serta kemitraan usaha dan bantuan teknis lainnya. Dan juga memberikan pandangan lokasi lahan serta pengadaan sarana dan prasarana.

- Bekerjasama dengan pondok pesantren lainnya: Menjalin kerjasama dengan pondok-pondok pesantren lainnya agar bekerjasama dengan produk kita.

- Bekerjasama dengan masyarakat: Mensosialisasakan kepada masyarakat di sekitar pondok agar mau membeli produk kita dengan harga yang kompetitif. Dan juga bekerjasam dengan masyrakat disekitar untuk menggarap lahan dan produksi. Model kemitraan seperti ini dapat dituangkan dalam kegiatan " PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI : BANTUAN PENDAMPINGAN MODAL BERGULIR" yang diberikan pemerintah.

- Bekerjasama dengan santri: Santri dilatih mempromosikan produk-produk pondok,

- Bekerjsama dengan warung, toko atau supermarket:

- Bekerjasama dengan para pengusaha & asosiasi:

6. Teknologi Santri:

Materi pembekalan teknologi santri yang harus dikembangkan adalah:

- Ilmu computer, undang-undang cyber, teknologi informasi dan komunikasi, seperti desain hiasan, membuat website, desain grafis dll.

- Tekonologi kitab-kitab Arab, seperti mempelajari referensi kitab lewat CD, internet, dan komputer.

- Produksi teknologi Islami, seperti membuat program CD yang berisi materi-materi agama, kitab-kitab rujukan pondok, dll yang bisa diakses dengan mudah.

7. Ekstrakurikuler:

Pengembangan Wawasan : Diskusi ke-Islam-an, latihan menyikapi masalah kebangsaan yang sedang hangat, studi banding, debat bahasa, problema umat. Menulis karya ilmiah, cerpen, fiksi atau korespondensi.

Pengembangan ketangkasan : seperti, seni beladiri, tekwondo, kaligrafi, puisi, drama dan rebana dll.

8. Pembekalan Santri:

Kegiatan pembekalan santri dilakukan pada jam 21.00 – 22.00, setelah sholat isya, makan malam, dan belajar kelompok. Pembekalan ini terbagi menjadi dua:

Hafalan :

Santri dibekali hafalan pembendaharaan kata, serta merangkai kalimat-kalimat pendek, sekitar setengah jam, (21.00 - 21-00), melalui salon yang sudah terpasang di setiap sudut kamar santri. Yang mana acaranya disiarkan dari pusat informasi atau radio mini pondok, baik secara langsung ataupun rekaman.

Renungan :

Santri diberikan motivasi atau pembekalan arti kehidupan sekitar setengah jam setiap malam sambil berbaring di atas ranjang atau disebut renungan sebelum tidur, melalui radio mini ke salon yang sudah dipasang di kamar masing-masing santri, baik itu berupa kisah-kisah Islam, tausiah, cerita, atau nyanyian atau nasyid islami sebagai pengantar tidur. (bahasa Indonesia, Arab dan Inggris).

Target & Harapan: aktifitas hafalan ini diharapkan agar santri punya banyak bekal, bekal berbicara untuk esok, sedangkan bekal renungan diperuntukkan menghadapi kehidupan bersama orang lain dan menyikapi hari kelak. dan pembekalan semacam ini dilakukan karena umumnya ingatan manusia lebih masuk sebelum tidur, mudah merenung dan juga bisa dijadikan rifresing menghilangkan kepenatan dan problem keseharian.

9. Keamanan Santri:

Keamanan dan ketertiban santri serta lingkungan pondok secara menyeluruh dikontrol dari pusat pengawasan yang menggunakan alat CCTV, sehingga santri merasa gerak geriknya selalu diawasi dan tidak bisa berbohong. Dengan demikian, petugas keamanan tidak perlu banyak, hanya cukup di pusat penjagaan saja.

Target & Harapan: alat ini lebih efektif, efesien, bisa dijadikan bukti, serta menjaga keamanan santri dan pondok dari gangguan orang luar.

D. SISTEM PENDIDIKAN PONDOK:

Kurukulum tingkat satuan pendidikan kesetaraan, dan silabusnya disusun secara induktif, tematik, dan berbasis kecakapan hidup, serta sesuai dengan konteks lokal dan global, serta memperatikan karekteritis lingkungan Pondok Pesantren yang mengedepankan nilai-nilai ke-Islaman dan memprioritaskan pendidikan agama.

Kurikulum Pondok yang formal menginduk kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Depertemen Pendidikan dengan standar Nasional dan berbasis kompetensi lulusan pendidikan kesetaraan.

Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Pendidikan 
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

E. LAIN-LAIN

I. Apresiasi Santri:

1. Setiap 2 bulan sekali, pihak pondok akan memberikan penghargaan dan apresiasi kepada setiap santri yang berprestasi sesuai dengan ketentuan dan kriteria

2. Santri yang diberikan apresiasi hingga 3 kali berhak mendapatkan keringanan biaya.

3. Santri yang selalu berprestasi hingga lulus mendapat modal usaha terikat.

4. Santri didorong untuk mengikuti perlombaan, cerdas cermat dan seminar di tingkat atas.

5. Setiap tahun sekali, pondok mengumumkan beasiswa bagi santri yang layak.

6. Setiap kali kelulusan, minimal ada satu santri yang diberi atau dicarikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

II. Subsidi Santri:

Setiap 10 santri yang mampu diharapkan mensubsidi 1 santri yang tidak mampu. Santri dari keluarga yang tidak mampu akan bisa diterima, apabila telah tamat SLTP dan minimal pernah meraih ringking 3 di sekolahnya.

Apabila santri, yang tidak mampu, tidak punya ijazah SLTP / hanya tamat SD, sementara dia dikenal berprestasi, kreatif dan berakhlak baik, maka pihak pondok akan mengusahakan mengikutkan mereka di ujian paket C, agar bisa mendapat ijazah SLTP dan ikut belajar formal di pondok.

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com